JAKARTA, KOMPAS.com — Pria berinisial WA (37) yang menjadi orang Indonesia pertama yang terjangkit virus H1N1 atau populer disebut flu babi, hari ini dinyatakan sudah membaik. Saat ini pilot salah satu maskapai ini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Suroso (RSPI), Jakarta Utara.
"Dia sudah seperti orang sehat. Tidak lagi demam, pilek ataupun batuk. Tidak ada keluhan," kata Direktur Utama RSPI Dr Sardikin Giriputro, Sp P MARS, di Ruang Rapat RSPI, Kamis (25/6).
Menurut Sardikin, sampai saat ini WA tetap dirawat sampai ia benar-benar dinyatakan negatif mengidap virus H1N1. "Tetap kita rawat supaya jangan sampai menularkan kepada orang lain," ungkap Sardikin yang didampingi Direktur Medik dan Keperawatan RSPI Dr Hendrik.
Sebelum dinyatakan positif mengidap virus H1N1, WA baru saja menjalani serangkaian tugas dari negara-negara yang terpapar flu babi, yaitu Singapura, Hongkong, dan Australia. Sepulang dari Singapura, ia mengeluh kena demam dan atas inisiatif sendiri minta dirawat di RSPI pada Jumat (19/6).
Selain WA, saat ini RSPI juga merawat 5 orang lain yang diduga mengidap virus H1N1. Mereka adalah SL (68) warga negara Amerika, GE (33) warga negara Filipina, serta 3 orang warga negara Indonesia asal Lampung: E (48), T (20), dan A (18). Para pasien ini ditempatkan di ruangan isolasi khusus di RSPI.
Tekanan udara di ruangan tersebut dibuat negatif supaya tidak ada udara yang bisa ke luar ruangan. Untuk menghindari virus apa pun keluar dari ruangan pasien, terdapat alat penyedot udara yang dilengkapi HEPA filter yang mampu menyaring partikel sekecil apa pun.
Para petugas yang akan menangani pasien harus melengkapi diri dengan masker, kacamata, gaun khusus, dan sepatu bot yang telah disediakan di ruangan antara, sebelum masuk ke ruang pasien sesungguhnya. Ketika petugas masuk, pasien menggunakan masker untuk mencegah risiko penularan.
"Ada banyak tim dokter yang menangani. Salah satu tim dokter terdiri dari 3 dokter ahli paru yang menangani satu pasien secara bergantian," pungkas Sardikin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang